Pagi hari ini entah kenapa sangat terasa emotional sekali.
Pagi yang terasa lebih sunyi dari sebelumnya, suasana asrama
lebih tenang tidak seperti biasanya, walaupun penguni asrama tetap sibuk melakukan
rutinitas pagi seperti mandi, dan bersiap pergi ke sekolah. Dengan sedikit
kegaduhan, beberapa anak berlari kesana kemari mencari barangnya yang hilang, anak
yang saling membully karna menggunakan bedak terlalu banyak, dan ada pula anak
yang selalu berceletuk konyol kepadaku.
“Ka! Lihat muka dia tampak macam hantu!”
Dan alhasil kami semuapun tertawa. Tawa yang secara tidak
langsung memberikan saya energi dan penyemangat saya di setiap pagi.
Matahari bersinar hangat, Saya melakukan rutinitas saya seperti
biasanya, bersiap untuk mendedikasi di sekolah kecil ini dengan sepenuh hati.
selalu bercermin sebelum meninggalkan kamar asrama, mendelik
kuperhatikan riasan di wajah, eyeliner tipis oke, halis oke, lip tint oke,
maskara oke! Bila semua ku rasa sudah oke, akhrinya saya bergegas pergi.
Berjalan keluar kamar
asrama, menggunakan sepatu, menenteng buku pelajaran, sambil tersenyum hangat banyak
murid dan guru menyapaku.
“Assalamualaikum ka Adis,hari ini cantik, pakaian ka Adis
hari ini cantik, hari ini merah cantik.. ka Adis cantiknya..”
Dengeranya mungkin sedikit narsis, semua ucapan itu entah
benar atau hanya sekedar untuk membuat saya merasa senang ataupun apa, tapi
sungguh saya tersipu malu bila di puji seperti itu setiap hari.
Bibirku hanya tersenyum simpul, sambil merunduk lembut ku
ucapkan terimakasih.
Kurasa suatu saat nati saya akan merindukan masa masa ini, benar
benar saya akan merindukan semuanya!
Alakah indahnya hidup ini..
Andai ku tatap wajahmu..
Kan pasti mengalir airmataku..
Karna pancaran kehangatanmu..
Sebuah lagu terdengar dari sebuah pengeras suara sekolah,
sudah biasa disini sertiappagi selalu terkumandangnya beberapa lagu Islami,
yang kerap kali membuat saya sangat emotional.
Entah kenapa, tiba tiba saya ingat segala hal tentang sebuah
kampung halaman yang amat saya rindukan.
Saya ingin pulang kerumah..
bukan berarti saya tidak suka tinggal di sini, hanya saja
saya rindu dengan semuanya..
Saya masih mengingat jelas saat terakhir kalinya melihat
wajah ibu, ayah dan semua keluarga saya, perasaan saat itu tidak dapat saya
jelaskan dengan kata kata, airmata menetes begitu saja tidak dapat terbendung. Perasaan
saya pecah.
Berat rasa melepaskan pelukan umi saya untuk yang terakhir
kali, yang ku dengar beliau berbisik lembut di telinga saya “sing kahade nyah..
sing salamet..” yang berarti hati hati di jalan, semoga selamat sampai tujuan.
Dan perpisahan yang menyedihkan itupun akhirnya terjadi, dari beberapabulan
keberangakatan saya selalu memikirkan tentang perpisahan ini, sungguh tidak
dapat terbayangkan. Hati saya sakit dan sesak sekali. Meninggalkan orang
terkasih, keluargaku, semua sahabat baik ku, aku tidak bisa melihat merekalagi
untuk waktu yang cukup lama, sebagai anak rumahan yang tidak pernah jauh dari
rumah.
Rindu suasana rumah ku, saya sangat rindu sekali.. saya
terisak menangis seorang diri dikamar. Ingin sekali melepas kerinduan ini,
arghhh mataku gakboleh bengkak, masih ada kelas mau ngajar!
Tapi sialnya air mata
tidak dapat berhenti mengalir.
Rindu rumah, rindu kampung halamanku..
Teringat terakhir kali menatap wjajah mereka tampah sedih
melihat kepergian saya. Bukan hanya mata saya yang membengkak saat itu, semua
teman seperjuanganku terlihat masih menangis gelisah, tidak ada yang tahu apa
yang akan terjadi pada kami di sana.
Suasana haru pun berlanjut di terminal 2 International
bandara Soekarno Hatta, saya bergegas
berjalan pergi sambil mendorong troli besar menuju gate D2, saya lihat di kaca besar
dari kejauhan, Kedua mata ibuku terlihat memerah, hidungnya mekar, menatap saya
nanar sekali..
Arghhh cengeng sekali! Setiap kali memngingat itu airmata
saya tidak bisa berhenti. Lagi lagi berusaha menahan tangis, Adis gak boleh
nangis.. ga boleh keliat sedih!.begitulah ketika saya menyemangati diriku
sendiri.
Selamat tinggal.. do’akan Adis..
Ucap ku dalam hati, dengan berat ku palingkan wajah dan
terus berjalan menuju pintu imigrasi.
Hari ini yang emotional Kamis, 04 Juli 2016
Hari yang mengharukan Sabtu,28 Juli 2016















